19.4.13

Tote Em All




Ketika Ican Harem datang kepada kami dan menawarkan sebuah ide pameran yang hanya berlangsung sehari saja, berbagai pertanyaan timbul sebagai respon ide tersebut. Kenapa hanya satu hari?  Kenapa tote bag? Seperti apa bentuk pamerannya?


Bagi Ican, sebuah pameran adalah tentang pembukaannya semata. Ibaratnya sebuah prosesi pernikahan, pameran baginya adalah proses yang disiapkan berbulan-bulan dan hanya akan dinikmati selama beberapa jam dalam resepsinya. Baginya, mengapa tidak membuat pameran yang hanya berlangsung pembukaannya saja lalu bisa dilupakan begitu saja.


Selain itu, Ican juga mencoba mengkritik gaya hidup pasar yang serba instan. Produk dan merek-merek baru bermunculan dengan cepat, dikenal segera setelah melalui masa penetrasi pasar, dan menghilang secepat kemunculannya. Isu-isu, merek, produk, dan kehidupan pun berjalan secepat gerakan lini masa.

Di sisi lain, ia seperti membangun sebuah ironi dengan menawarkan pameran artist merchandise yang dikemas dengan semangat perlawanan atas budaya konsumerisme dan kecepatan laju pasar. Artist merchandise yang berupa tote bag ini merupakan hasil kolaborasinya dengan Gitcha, sedangkan emblem yang juga berfungsi sebagai label produknya merupakan respon dari beberapa street artist Yogyakarta seperti Rolly Love Hate Love, Gandi, Here Here, Yudha Matirasa, dan lain-lain.

Dalam prosesnya, berbagai pertimbangan dan penyesuaian dilakukan untuk kenyamanan kedua belah pihak. Entah disadari atau tidak, Ican Harem yang lekat dengan imagenya sebagai frontman band eksperimental metal Cangkang Serigala memang sedikit kontras dengan image Lir selama ini. Adalah sebuah proses yang menyenangkan dalam menentukan irisan yang pas bagi kedua belah pihak.

Dalam pameran ini, Ican Harem seperti ditarik masuk ke sebuah dunia yang lebih quirky dan 'manis'.  Alih-alih mengadakan live music di halaman belakang, kami sepakat untuk menggantinya dengan live sewing bersama Kiky "Hello Bleu" beserta mesin jahitnya yang dinamakan Ahmad. Selain itu, Ican akan mengajak beberapa pengunjung untuk merespon kardus-kardus pizza kemasan tote bag-nya dan melakukan live drawing. Sekali ini, pembukaan pameran diadakan tanpa hura-hura dan memang dimaksudkan untuk menghilang begitu saja, produknya dibuat untuk segera habis dan dilupakan, diluncurkan untuk dimatikan.

Maka selamat menikmati dan menjadi bagian dari sejarah instan yang dibangunnya!

*****


Tote 'em All: an Instant Introduction

When Ican Harem offers us an idea of one-day only exhibition; we start having lot of questions  as a respond for the idea. Why do you even want an exhibition that last for only a day? Why tote bag? How would the exhibition be?

For Ican, an exhibition is all about the opening. Just like a wedding ceremony, an exhibition is a process and preparation he does for many months for the sake of two-hours opening receptions. He wonders why not making a one-day exhibition that will soon be forgotten once the opening is done. 

Aside from that, Ican tries to criticize the instant modern lifestyle that happens nowaday. New products and brands rise, the consumer recognize the brand as soon as it penetrates the market, and eventually it fades away as soon as it introduced. The issues of brands, products, and this fast forward life move as fast as the timeline.

In the other way, Ican builds an irony by offering an artist-merchandise exhibition packaged in what looks like a rebellious act of consumerism and the rapidly changed market. This tote bag artist merchandise is his collaboration with Gitcha, while the emblems that he uses as the product labels were the artistic respons of some well known street artists of Yogyakarta, such as, Rolly Love Hate Love, Gandi, Here Here, Yudha Matirasa, and many more.

In the process of preparing the exhibition, many kinds of adaptations must be done for the sake of the both side's convenient  Somehow, the image of Ican Harem who is well known as the frontman of the experimental metal band, Cangkang Serigala, is a little bit contrasting with the image of Lir itself. It was a fun process indeed to find the right cut between both contrasting sides. 

In this exhibition, Ican Harem is being pulled inside a quirkier and sweeter world. Instead of making a live music show at the backyard, we replace it with a 'live-sewing' with Kiky of "Hello Bleu" and her sewing machine called Ahmad. Ican is also ask some visitors to respond the pizza box that become his tote-bag package and also invites some artist to do live drawing. This one time, the opening of this exhibition is done without being too flashy; it was also meant to disappear as fast as the exhibition last. The product was made to be done with and forgotten, launched to be killed. 

Let's enjoy being a part of this instant history he build!