7.10.13

Happy Shopping in Happymart!


*****



Pertemuan pertama kami dengan Mahaputra Vito atau yang biasa dipanggil Vito terjadi di salah satu workshop yang kami selenggarakan. Selanjutnya, dia beserta ketiga temannya mengajukan diri untuk berpameran kelompok. Seiring berjalannya waktu, kedua temannya tumbang dan Vito memberanikan diri untuk maju sendiri dengan membawa satu gagasan menarik seputar keberadaan minimarket. 

Vito yang memiliki basis pendidikan Desain Komunikasi Visual, tentunya akrab dengan product design dan packaging sebagai sebuah bentuk strategi marketing. Lebih jauh lagi, Vito melakukan riset pasar kecil-kecilan dan menemukan pola khusus dari kebiasaan berbelanja teman-teman sepermainannya; jenis benda apa yang biasa mereka konsumsi, dan pilihan tempat mereka berbelanja. Berbagai hal ini kemudian digabungkan dalam sebuah konsep pameran yang muda, gembira, dan dinamis: Happymart. 


Dalam pameran ini, Vito akan menghadirkan sebuah minimarket di ruang galeri seni. Alih-alih mencoba untuk melontarkan kritik atas budaya konsumerisme, Vito sebagai anak muda pada umumnya, memilih untuk merayakannya! Ia menikmati adanya cabang-cabang minimarket dan berbagai pilihan yang dimilikinya sebagai konsumen. Happymart kemudian mencoba untuk mengisi sebuah celah pasar anak muda penikmat seni, memilih sebuah jalur niche untuk strategi penjualan, dan mengedepankan desain untuk berkomunikasi dengan para pembelinya. Sesuai dengan brand personality yang ingin diangkat oleh Vito; ia memilih warna-warna dan kecenderungan desain yang muda dan dinamis-- serta mudah diakses dan ramah. Menghadirkan sebuah ruang fungsional di dalam ruang galeri mungkin bukan hal baru, namun keberanian Vito untuk melakukan pameran seni visual yang memiliki kebutuhan performatif yang cukup besar ini kemudian membuatnya terasa segar dan menyenangkan. 

Tentu saja, aspek performatif akan menjadi sangat penting dalam pameran ini. Bagaimana usaha Vito dalam membentuk kepercayaan penikmat seni bahwa Happymart adalah sebuah minimarket dan sebaliknya, bagaimana cara membuat pengunjung lain mempercayai bahwa Happymart juga merupakan sebuah pameran seni visual. Akankah pengunjung pameran berperilaku sebagaimana seorang penikmat seni dan kolektor muda seni rupa ataukah mereka akan menjadi pelanggan harian Happymart dan membeli sabun mandi? Apakah pembeli memilih berdasarkan desain bungkus yang mereka sukai atau karena membutuhkan isi yang ada di dalamnya? Bagaimana bila sebuah karya seni rupa dikemas sedemikian rupa hingga menyerupai benda sehari-hari dengan harga yang terjangkau? 

Well, selamat datang dan selamat berbelanja di Happymart!