9.1.14

A long conversation between Mira Asriningtyas and Dito Yuwono around “The Memories of Unidentified Experience”


(instead of asking Dito to tell *about* his exhibition, I ask him to answer my question *around* the exhibition. The excerpt of result is displayed on the exhibition as another kind of self-portrait while the complete qna is printed as supplement of the exhibition.)


*****

M: Who are you?
D: A young man full of doubt

M: Which part of your body do you like the most?
D: Shoulder

M: What is your story?
D: As far as I concern, everything is ordinary.

M: Who are you?
D: A young man full of doubt

M: Tell us about your past.
D: Unclear and fractional

M: What do you remember?
D: Smells and feelings of certain scene

M: What does your past smells like?
D: Aceton and apple air freshner

M: What is the color?
D: Yellow. It makes me comfortable in visualizing my past.

M: Why is this necessary?
D: To answer my curiosity

M: What are you?
D: Nothing.

M: What are you doing?
D: Holding on

M: What material do you use?
D: Semi-transparent and other things

M: How old are you?
D: 28

M: Why?
D: Because I've been through the age of 27

M: What frighten you?
D: Pain, failure, and the future

M: Of what value is art?
D: Its way to communicate with me

M: How do you cope with your body?
D: Nothing special

M: What do you fear about your body?
D: Helplessness

M: What do you like about your body?
D: (To be able to) Move freely

M: What do you fear about your mind?
D: Stuck in the past

M: What do you like about your mind?
D: Imagining delightful things

M: What is the most frequent question you ask yourself?
D: "Is this what you really want?"

M: Are you an artist?
D: Yes.

M: When did you become an artist?
D: When I am accepted

M: What was your question?
D: "Am I accepted?"

M: What is embarassment to you?
D: Feeling of failure

M: What are the first question you ask other?
D: "What's up?"

M: Who are you making art for?
D: Myself.

M: What are you running away from?
D: Fear.

M: Why are you sentimental?
D: Because I like it.

M: Why is it easier to make art than to deal with people?
D: Because I don't have to explain that much.

M: Tell me a problem.
D: Something you keep on doing wrong but you don't realize it.

M: What does that mean?
D: Like when people say that I have a problem with my confidence but it is impossible for me not to do it again

M: What is your reflection to you?
D: "What is wrong with me?"

M: Who are you making these work for?
D: Myself.

M: What is your relationship with the doctor?
D: Nothing.

M: What was your relationship with the doctor?
D: (He was) a savior who at the same time frighten me

M: How do you seize and apprehend memories?
D: By remembering, by forgetting.

M: What triggers your memory?
D: Smell and sensation of certain scene. Sometime even a slight touch carry a weight of the memory.

M: Tell me about your material choice.
D: I use a lot of semi-transparant paper because it makes me feel like I can see through it, vaguely, and not entirely visible.

M: Tell me about this project.
D: I have been working on this project for more than one and a half year but I had the questions long before that. I went and ask around to my family, doctors, friends, and those who I think can help me remember.

M: Tell me about your exhibition.
D: It’s about personal history, unidentified experiences, the relation between past and present, and how I gather the memories.

M: Tell me things you don’t want to talk about in this exhibition.
D: Illness, sad stories, medical practice.

M: Tell me about your finding.

D: All the experiences that I can not truly remember.

*This conversation was inspired by the self-investigatory work of Lucas Samaras, "Another Autointerviews" (1971).

*****



M: Siapakah kamu?
D: Pemuda yang penuh keraguan

M: Bagian mana dari tubuhmu yang paling kamu suka?
D: Pundak

M: Apa kisahmu?
D: Sejauh yang aku ingat, semuanya biasa

M: Siapakah kamu?
D: Pemuda yang penuh keraguan

M: Ceritakan tentang masa lalumu.
D: Tidak jelas dan parsial

M: Apa yang kamu ingat?
D: Bau dan perasaan akan suasana-suasana tertentu.

M: Seperti apakah aroma masa lalumu?
D: Aseton dan wangi-wangian buah apel

M: Apa warnanya?
D: Kuning (karena mungkin, saat ini, saya menyukai warna kuning dan itu membuat saya nyaman membayangkan masa lalu saya)

M: Kenapa ini penting?
D: Menjawab rasa penasaran

M: Apakah kamu?
D: Bukan apa-apa

M: Apa yang sedang kamu lakukan?
D: Bertahan

M: Material apa yang kamu pilih?
D: Semi transparan dan berbagai hal lainnya

M: Berapa umurmu?
D: 28

M: Kenapa?
D: Karena saya sudah melewati umur 27

M: Apa yang membuatmu takut?
D: Rasa sakit, perasaan gagal, dan masa depan

M: Apa yang membuat seni bernilai?
D: Caranya berkomunikasi dengan saya

M: Bagaimana kamu menguasai tubuhmu?
D: Tidak ada yang spesial


M: Apa yang kamu takutkan dari tubuhmu?
D: Tidak berdaya

M: Apa yang kamu suka dari tubuhmu?
D: Bergerak bebas

M: Apa yang kamu takutkan dari pikiranmu?
D: Terjebak di masa lalu

M: Apa yang kamu suka dari pikiranmu?
D: Membayangkan hal-hal menyenangkan

M: Apa pertanyaan yang paling sering kamu tanyakan pada dirimu sendiri?
D: "Apa ini yang benar-benar kamu mau?"

M: Apakah kamu seorang seniman?
D: Ya

M: Kapan kamu menjadi seorang seniman?
D: Ketika diterima

M: Apakah pertanyaanmu?
D: "Apakah saya diterima?"

M: Apakah yang membuatmu malu?
D: Perasaan gagal

M: Apa pertanyaan pertama yang kamu tanyakan pada orang lain?
D: "Gimana?"

M: Untuk siapakah kamu membuat karya seni?
D: Diri sendiri

M: Kamu melarikan diri dari apa?
D: Ketakutan

M: Kenapa kamu sentimentil?
D: Karena saya menyukainya

M: Kenapa lebih mudah untuk membuat karya seni dibandingkan menghadapi orang lain?
D: Saya tidak perlu terlalu banyak menjelaskan

M: Ceritakan sebuah persoalan kepadaku.
D: Sesuatu yang terus-menerus kamu lakukan dan salah tapi kamu tidak menyadarinya

M: Apa maksudnya?
D: Seperti ketika banyak orang bilang masalah saya dengan kepercayaan diri namun saya tidak mungkin tidak mengulanginya

M: Apakah refleksi bagimu?
D: "Apa yang salah dengan saya?"

M: Untuk siapakah kamu membuat karya ini?
D: Saya sendiri

M: Apa hubunganmu dengan dokter?
D: Tidak ada

M: Apa hubunganmu dulu dengan dokter?
D: Penyelamat namun di saat yang bersamaan menakutkan

M: Bagaimana kamu meraih dan memahami kenanganmu?
D: Dengan mengingat, dengan melupakan

M: Apa yang memicu kenanganmu?
D: Bau dan perasaan akan suasana-suasana tertentu. Ada kalanya sentuhan pun berpengaruh.

M: Ceritakan tentang pilihan materialmu.
D: Saya banyak menggunakan kertas semi transparent karena saya merasa bisa melihat sesuatu di balik itu, samar-samar, dan semacam meraba-raba. Tidak sepenuhnya melihat.

M: Ceritakan tentang proyek ini.
D: Saya melakukan ini lebih dari satu setengah tahun yang lalu namun pertanyaan ini sudah saya miliki jauh sebelum itu. Saya berkeliling dan bertanya, baik pada keluarga, dokter, teman, semua yang saya pikir akan membantu saya dalam mengingat.

M: Ceritakan tentang pameranmu.
D: Ini tentang sejarah pribadi, pengalaman-pengalaman yang tidak teridentifikasi, hubungan antara masa lalu dan masa kini, serta bagaimana saya mengumpulkan kenangan-kenangan.

M: Ceritakan tentang hal yang tidak ingin kamu bicarakan dalam pameran ini.
D: Penyakit, kisah sedih, praktek kedokteran.

M: Ceritakan tentang temuanmu.
D: Semua pengalaman yang tidak sepenuhnya benar-benar saya ingat.

Percakapan ini terinspirasi oleh karya investigasi diri Lucas Samaras, "Another Autointerviews" (1971)