18.12.16

[Publication] Ruang Seduh: a Transparant Coffee Experience





Tidak hanya berhenti sebagai sebuah komoditas, kini kopi berkualitas tinggi berkembang menjadi artisanal food product yang menawarkan pengalaman personal yang menggairahkan.

-----

Ruang Seduh lahir dari kegelisahan Ve Handojo dan Hendri Kurniawan akan tren specialty coffee shop di Indonesia belakangan ini. Mereka khawatir tren tersebut akan berlalu begitu saja karena kurangnya edukasi konsumen atas kopi berkualitas terbaik dan hal-hal yang menyertainya. Mereka tidak ingin konsumen hanya terbawa arus tren tanpa pemahaman yang mampu membuat mereka benar-benar memiliki budaya minum kopi yang berkualitas. Karena itu, Ruang Seduh didirikan sebagai tempat para konsumen mendapatkan pengetahuan,pengalaman, dan pemahaman yang lebih lengkap atas speciality coffee demi mendukung industri tersebut di Indonesia. 

Ruang Seduh yang digagas oleh dua pendiri ABCD School of Coffee tersebut memiliki konsep open coffee bar. Tidak hanya bisa melihat proses pembuatan kopi, Ruang Seduh mengundang siapapun yang datang untuk belajar menyeduh minuman kopi sendiri – mulai dari memilih biji kopi, menggilingnya, hingga teknik menyeduhnya.  Alih-alih menjadi dapur rahasia, Ruang Seduh membuka lebar coffee bar-nya sebagai tempat bermain dan belajar kopi secara komunal dan tanpa batas. Di Ruang Seduh, semua informasi mengenai kopi dipaparkan dengan terbuka; mulai dari asal usul benih kopi, varietas, roasting profile, berbagai rasa dan aroma, hingga resep racikan setiap jenis biji kopi yang ditawarkan. Ruang Seduh membuka diri sebagai ruang berkomunikasi, belajar, dan berdiskusi mengenai kopi. Dengan berbagi edukasi mengenai kopi, Ruang Seduh bercita-cita ingin meningkatkan apresiasi masyarakat atas kopi. Harapannya, apresiasi ini akan meningkatkan kesetiaan konsumen atas produk speciality coffee, mendukung industri mikro yang berkembang di sekitarnya, hingga berdampak positif bagi para petani kopi di Indonesia.

Di Ruang Seduh, segelas kopi tak hanya memiliki perhitungan kualitas yang baik, namun juga melalui proses panjang untuk mempelajari karakteristik rasa dan nuansa yang dihasilkan setelah berbagai proses pengolahan. Hasilnya adalah segelas kopi dengan karakteristik yang kompleks dan personal.  Layaknya karya seni kontemporer, speciality coffee ini menjadi karya yang hinggil dan terkini. Keduanya sama-sama bisa menjadi pendorong orang berkumpul dan berbincang-bincang. Meskipun demikian, apabila pengunjung tidak ingin terlibat dalam pembuatan kopinya, mereka pun bisa memesan minuman kopi pada barista-barista Ruang Seduh dan menanti kopi disajikan langsung di mejanya masing-masing seperti biasa.

Ruang Seduh mengutamakan biji-biji kopi single origin yang diseduh secara manual menggunakan Walküre Bayreuth Porcelain Dripper.  Penggunaan Walküre Bayreuth Porcelain Dripper ini dinilai sederhana, mudah digunakan, ramah lingkungan, dan memiliki hasil akhir yang clean dan cerah.  Selain rasa yang transparan namun kompleks tersebut, harus ada keterangan yang lengkap mengenai asal muasal biji kopi, petaninya, cara prosesnya, dan seterusnya. Keterangan ini juga dibagikan dalam coffee cards yang bisa dibaca oleh pelanggan dengan menonjolkan biji-biji kopi yang didapatkan langsung dari petani. Setiap waktu, terdapat sedikitnya empat pilihan biji kopi single origin hasil seleksi ketat untuk memastikan standar kualitas dan rasa yang tinggi. Keempat pilihan ini juga selalu berganti supaya setiap pelanggan bisa selalu mencoba kopi yang berbeda. 

Bagi Ve, kopi yang dengan percaya diri memperkenalkan dirinya dengan baik berarti mau menjalin hubungan juga dengan para penikmatnya. Penting bagi kopi untuk menjadi transparan: bisa diketahui dengan jelas asal usulnya, prosesnya, roasting method, para pelaku di baliknya, cerita di baliknya, hingga cara penyajiannya yang terbaik. Keterbukaan membuat penikmat dan produsen bisa berhubungan dengan sehat, melontarkan kritik dengan landasan yang jelas, dan memiliki apresiasi yang tinggi satu sama lain. Sebagai sebuah ruang, pengalaman ini adalah komoditas utama untuk dijual selain sebagai sarana edukasi yang serba transparan. 

Transparansi ini juga terlihat dalam penataan ruang yang serba putih, terbuka, dan mengundang pengunjung untuk ikut masuk ke balik meja bar dan beraktivitas di sana. Ruang Seduh memang dirancang dengan warna dominan putih untuk memberikan fokus visual pada warna minuman kopi dan memberikan kesan keterbukaan. Selain itu, memasuki ruangan tersebut seperti memberikan ketenangan tersendiri untuk mempersiapkan pengunjung menghayati kopinya dengan khusyuk.

Saat ini, Ruang Seduh sedang dipersiapkan untuk menjadi sebuah bisnis waralaba dalam jumlah terbatas. Ruang Seduh Jogja yang terletak di Tirtodipuran dan Ruang Seduh Jakarta yang berada di Kemang saat ini menjadi prototipe dalam hal konsistensi pengalaman. Sementara Ruang Seduh Jogja terasa lebih mandiri karena letaknya yang langsung berada di tepi jalan; Ruang Seduh Kemang letaknya tersembunyi, tanpa papan nama, di dalam sebuah lingkungan komunitas kreatif yang saling bersinergi. Banyak kebijakan yang masih berusaha disesuaikan supaya bisa berlaku di dua lokasi yang sangat berbeda ini. Namun, hal yang diutamakan adalah menjaga konsistensi pengalaman pelanggan. Di Ruang Seduh yang diutamakan adalah keterbukaan, komunikasi, dan transparansi. Karenanya, pelanggan harus selalu punya pengalaman yang sama dan edukasi mengenai kopi yang siap dilakukan dan dibagikan kapan saja. Kuncinya adalah membangun hubungan yang akrab antara staf dengan pengunjung. Di sini, kopi tidak lagi berhenti menjadi komoditas namun juga merupakan sebuah rangkaian pengalaman baru yang utuh.

(Mira Asriningtyas)